INTEL HANKAMNEG
Secara umum Hankamneg adalah upaya nasional terpadu yang diselenggarakan melalui upaya pertahanan dengan tujuan untuk menjamin tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 terhadap setiap ancaman, baik yang datang dari luar negeri maupun dari dalam negeri.
Intelejen Hankamneg sebagai salah satu unsure dari komponen kekuatan Hankamneg di dalam penyelenggaraannya berpedoman kepada landasan-landasan yang ditetapkan di dalam penyelenggaraan pertahanan keamanan Indonesia meliputi landasan idiil, konstituational dan operasional.
1. Landasan Idiil Pancasila merupakan landasan idiil yang menjiwai perumusan cita-cita perjuangan bangsa Indonesia, sebagaimana termuat di dalam pembukaan UUD 1945.
2. Landasan Konstituasional landasan konstituasional di dalam penyelenggaraan seluruh fungsi Pemerintahan Negara adalah UUD 1945, Pokok-pokok pikiran di dalam dalam pembukaan UUD 1945 dan selanjutnya dirumuskan pada pasal-pasal dalam Batang Tubuh UUD1945 adalah merupakan landasan konstituasional di dalam penyelenggaraan fungsi Pemerintahan Negara.
3. Landasan Operasional / Kebijaksanaan, Operasional intelijen Hankamneg bersumber dan berdasarkan Kepada UU No. 20 / 1982 yang dijabarkan lebih lanjut dalam dokrin Pertahanan Keamanan Negara Republik Indonesia dan Dokrin Perjuangan TNI ABRI Catur Dharma Eka Karma.
Penyelenggaraan HANKAMNEG dipengaruhi oleh :
1. LINGKUNGAN STRATEGIS
Perjuangan bangsa Indonesia menuju pencapaian tujuan Nasional tidak dapat terlepas dari pengaruh lingkungan strategis baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri.
a. LINGKUNGAN LUAR NEGERI
- GLOBAL
1). Konflik Antar Negara, Kegiatan untuk menciptakan dunia yang aman dan damai telah menjadi kesepakatan seluruh umat manusia, namun pelaksanaannya masih akan terus terbentur perbedaan kepentingan antar Negara.
2). Perubahan corak Masyarakat. Corak Masyarakat dunia terus berubah sejalan dengan perkembangfan teknologi, dari masyarakat pertanian ke masyarakat industry dan berlanjut ke masyarakat pasca industry yang serba teknologi.
3). Kehidupan Masyarakat tanpa Batas Negara. Kemajuan Teknologi Komunikasi dan Transportasi, pola industry, system moneter dan perdagangan dunia, cenderung akan menjadikan kehidupan seluruh bangsa sebagai satu masyarakat dunia terbuka tanpa batas Negara, namun cenderung menekan masyarakat Negara-negara berkembang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar